Selasa, 24 Juni 2014

Produktivitas Kerja di Pabrik, Produktivitas di Proyek Konstruksi

Produktivitas, Kata diatas erat sekali hubungannya dengan bisnis manufaktur dan ketenaga kerjaan di Indonesia pada umumnya, dan kata kata Produktivitas tersebut adalah harta karun yang terkubur dalam dalam di bumi bawah sadar manusia, kata tersebut selalu diimpi impikan oleh setiap CEO sebuah manufaktur baik yg padat karya maupun padat modal. Padat karya apa itu ?Padat Modal apa lagi ini ?Padat karya adalah sebuah struktur bisnis yang direalisasikan dengan mengerahkan tenaga tenaga manusia, dengan catatan : manusia berbudi, manusia berakhlak, manusia beriman, manusia bermoral, manusia beredukasi, manusia berkomitmen, manusia tangguh, manusia SMART, manusia yg memahami manusia. Nah sekarang, mari kita lihat apakah manusia yang anda temui di jalan jalan itu berkriteria seperti di atas ? Jika pembaca bekerja disalah satu pabrik/manufaktur bagaimana refleksi katagori manusia diatas ?Apakah terrefleksi ?Apakah sedikit terefleksi ?Apakah jauh dari harapan ? Jika pembaca bekerja sebagai kuli orang jepang (kuli artinya bekerja karena diinstruksi oleh atasan) misalnya, anda pasti tahu Kadoritsu atau Seisanse (ejaannya gak tau)dimana kata tersebut sangat berkaitan erat dengan moralitas etika kerja atau etos kerja di work station tersebut. Berapa kadoritsu karyawan bapak bapak ?Berapa persen Kadoritsu mesin produksi bapak bapak ?Berapa persen Budomari nya ?Adakah yang fokus kesana dalam melakukan managerial ?Pasti bapak bapak lebih tahu bagaimana cara meningkatkan hal hal diatas... Bapak bapak juga tahu masalah hal sia sia yg selalu terjadi disana, bapak sudah belajar Toyota Production System, bapak sudah mengenal 5S sebagai basic kemoralan dalam bermanufaktur dan hidup bermanufaktur, bapak ada berbagai tool managemen spt QCC, kemudian ada 5W 1H ada 5Why ada 8D bahkan ada yg mengkombinasikan teori teori tersebut dan ditumbuhkan teori baru. Bagaimana efeknya ?Apakah PDCA berjalan, bagaimana improvementnya apakah berjalan, atau jalan kalau ditagih bos nya, atau kalau mau berpresentasi ? Kadang bapak bapak selaku Manager Lapangan sangat sulit untuk menembus morality tersebut. Apa yg terjadi ? Saya sudah melakukan semuanya, tool sudah diterapkan, semua sudah di training, semua sudah berjalan sesuai teori..Pusing kan ?Puyeng kan ?Ya udah kita tinggalkan dulu. Kembali ke Padat Karya. Kebetulan istri saya seorang PM (Project Manager di perusahaan Konstruksi)yang sedang mengerjakan banyak proyek di area Bekasi sampai Cikarang, jadi setiap minggu saya selalu mengikuti jalan cerita di proyek dan juga melihat langsung bagaimana manusia manusia disana dengan mengerahkan tenaga dan pikiran yang benar benar "Benar". Bagaimana seorang mandor selalu mengontrol dan memberikan instruksi kepada kuli kuli nya, dan dengan semangat pula kuli kuli tersebut melaksanakan perintah mandor dengan segera, tanpa alasan, tanpa dalih, tanpa sempat berpikir, tanpa menawar. Sepertinya instruksi mandor tersebut sangat ampuh !Kenapa ampuh..yach..si mandor sudah mengerti kompetensi kuli tersebut, apakah perlu kompetensi untuk seorang kuli ?Ya iya lah..Ini lah beda managemen di proyek dan di manufaktur padat karya, sampeya sampeyan manager pada buta kompetensi anak buahnya, ya kan ? Kuli berkompetensi tukang gali tanag tidak mungkin diinstruksikan untuk menimbang level horizontal suatu bidang oleh mandornya, mandor P.A yg melakukan hal tersebut. Jadi P.A kah saya ? Time frame dan date line sangat menjadi progress harian yang sangat nyata untuk proses pekerjaan di proyek, wah mandor tukang aja kok pake Time Frame, date line opo kui ? Ini juga merupakan perbedaan yg nyata cara pelaku managemen manufaktur dalam mengartikan time frame, date line, padahal di manufaktur lebih kritikal sebenarnya, tapi kalau dimanufaktur managemen "kekeluargaan"nya lebih dominan, lebih kental, jadi kalau para supervisi tidak bisa mencapai target pada watunya, date line nya, ya gak ada masalah tuh, gak dihukum kok, masih dibayar kok, gak dimarahin kok, semua masuk surga kok. Siapa yg bisa disalahkan ?Karyawan anda?Atasan anda?Atau anda?System kontrol? Marilah kita berpikir !Jangan hanya nunggu bel pulang aja, pokok e dibayaaar,... Dah cape nulisnya, tar sambung lagi yak... TO BE CONTINUED