Rabu, 09 Juni 2010

Ulang Tahun Ibu ku ke 65
















Selamat Ulang Tahun Ibu, semoga Tuhan selalu memberkati umur dan kesehatan !!









Habis pelajaran Agama Krisma dan Katekumen kurang lebih jam satu-an, puanas banget aku meluncur bersama keluarga, mumuh dan nak nak, ples ibu meluncur ke Bogor, sebenarnya aku agak kesel juga soalnya sepertinya waktunya gak tepat gitu, lha hari Minggu jam satu !Besoknya dah masuk kerja ! Tapi gak apa-apa lah, sambil jalan-jalan, dan yang kubayangkan terjadi juga, tibalah saya di kota seribu angkot, Bogor. Disana-sini macet, orang melakukan pelanggaran lalin dimana-mana, pedagang mangkal dibahu jalan..polisi sampai puyeng kebingungan..kasihan juga ya !!Akhirnya saya tiba juga dijalan tempat keponakanku Tio menjemput mobilku.."Puh tuh mas Tio lagi beli Es !" seru dik Na..Akhirnya kita dan Tio berjalan menuju lokasi, Sindang Barang, Bogor.





Wah Jalannya sempit belak belok naik turun. Akhirnya sampai, wah tempatnya lumayan bagus dan nuansa etniknya terasa..tahu etnik apa ?Harusnya sih Sunda.








Aku ketemu dengan semua mbayuku dan ipeku, yang udah nyampe duluan, langsung pada kumpul en dibuka oleh mbak Susi, "pidato mbak Susi pada intinya adalah mewakili adik adik untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun, dan sekaligus memohon maaf kepada ibu sedalam-dalamya atas segala perlakuan anak anaknya (emang ibunya diapain sich), semua tertunduk sedih dan terharu juga gembira bahagia campur aduk menjadi satu..








Dengan terharu yang amat dalam Ibu pun menyambut ucapan dengan bahagia..walaupun terbata-bata dan menyesak di dada ibu mengucapkan terimakasihnya kepada anak anak cucu dan mantu semua..dan ibu juga mendoakan kita sebagai anak 2 agar selalu diberikan jalan Terang oleh Tuhan dalam kehidupan kedepan, diberikan rizki yang melimpah...Langsung disambut Ammmiiiiinnn !








Tibalah yang ditunggu tunggu, niup lilin dan makan bersama..mbka Susi bawa empal, ikan selar goreng, lalapan komplit en daun kedondong, Mumuh bawa Tumpeng Nasi Kuning sebagai Puncak Acaranya, mbak Shinta bawa Roti Tar yang buat mendadak..komplitlah pkoknya !








Nyam Nyam Nyam..habis semuanya !!!


















Selasa, 01 Juni 2010

Teori Perbaikan di Manufaktur Proses Versi 1


Methode Produksi Toyota, bersandar kepada penghilangan hal yang sia-sia, serta memproduksi dengan harga yang murah (menurunkan bea produksi) dan melakukan kegiatan yang dapat direalisasikan di tempat kerja.
Salah satu cara berpikir dengan methode Toyota adalah berusaha agar pabrik dapat membuat barang yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, yang paling penting adalah bagaimana mempersingkat waktu mulai dari penerimaan order sampai dengan pengiriman barang (pengurangan lead time). Intinya adalah kegiatan yang yang menyebabkan kualitas buruk, pengendalian beaya dan lead time mendekati angka nol (Aktivitas perbaikan QCD).
Apa dan bagaimana tantangannya ?
Yang paling penting adalah Merubah Diri untuk melakukan perbaikan keseharian di area produksi. Oleh sebab itu harus ada perbaikan moral (hati). Hari demi hari harus ada kemajuan moral ditempat kerja. Karena tidak ada orang yang tidak ingin maju..
Bagaimana Indikator suatu kemajuan di tempat kerja kita ?
1. Pencapaian kerja bisa dipresentasikan dan terukur
2. Pengucapan salam kepada siapapun.
Membuat tempat kerja jadi hidup dengan aktivitas yang bersemangat, buat slogan-slogan pembakar semangat...
Lha untuk perbaikan atau menuju membuat perbaikan harus yang dilakukan seorang pengelola produksi yang berintelektual adalah dengan menggunakan Data, data bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalnya data Kapsitas mesin atau Kadoritsu, budomari (buangan produk), data kualitas abnormal data frekwensi sering munculnya abnormal dan sebagainya..
Dengan melihat data akan semakin akurat dan mempermudah membuat suatu tema perbaikan. Baik itu tema perbaikan kualitas, produksi, visual kontrol, perbaikan buangan produk/dropping dan lainnya..Karena sebagai pimpinan harus bertanggung jawab dengan apa yang dia kerjakan, tidak boleh asal, tidak boleh "ngawur", memang ini jalan satu-satunya. Tapi kebanyakan ini tidak bisa ditempuh. Mereka lebih senang melakukan pembebanan diri sendiri dengan tidak menenmpuh jalan yang sebenarnya..Membuat thema perbaikan tidak dengan ikhlas, hanya sekedar pemenuhan instruksi saja...wow !!
Kenapa seperti ini ?Mungkin para pembaca bisa menambahkan penjelasan.

CPS Proses Kaizen di Manufaktur Komponen


Dalam Manufaktur berbasis Managemen Jepang sangat diprioritaskan dalam hal ber"kaizen", Kaizen artinya melakukan "improve" yang berkelanjutan.
Artinya semua level karyawan harus berpikiran ataupun mempunyai gagasan gagasan yang bersifat memperbaiki kondisi yang ada, kondisi yang dirasakan oleh karyawan. Memang secara harafiah tidak bisa ditemukan profit apa yang akan muncul. Walaupun dalam teori penerapan Toyota System memang disebutkan hal hal yang menghambat dalam proses manufaktur..Ada 7 hal yang sia-sia..Dan ke tujuh hal inilah yang memang selalu dilakukan oleh para karyawan di proses Manufaktur, hal-hal yang sia sia inilah yang seharusnya dikontrol oleh seorang Supervisor maupun Manager departemen tersebut.
Tapi kenyataannya semua "oknum" tersebut memang tidak melakukan. Bahkan mereka tahu kondisi proses mereka tidk wajar, tetapi tidak melakukan tindakan perbaikan apapun. Seorang Supervisor yang artinya "Supermelihat" juga hanya berjalan jalan saja di sekeliling proses mereka, dan hal hal seperti ini memang sudah menjadikan Kanker yang menahun di proses Manufaktur.

Tetapi sebetulnya juga bukan hanya obyek pelaku saja yang bermasalah karena dalam hal ini konteks latar belakang dari masing individu didalam pelaku manufaktur tersebut belum dijelaskan, latar belakang ekonomi, latar belakang pendidikan, latar belakang keahlian, latar belakang kesenjangan kesejahteraan juga perlu dipertimbangkan dalam dalam.

Tapi ulasan perbedaan tersebut saya abaikan terlebih dahulu. Kembali ke masalah praktek Kaizen tersebut, banyak teori yang bisa dipakai dalam berkaizen..Contoh : pengamatan proses dengan seksama dengan durasi 10 sampai 15 menit, dari hasil pengamatan pasti akan terlihat kondisi yang tidak bagus dalam proses tersebut..anda yang seorang pejabat di proses manufaktur pasti akan segera mengetahuinya. Dan saat itu pasti anda akan terkejut karena di dalam proses Anda ternyata banyak sekali hal yang sia-sia.

Nah, kadang kadang timbulnya masalah tersebut tidk serta merta langsung dilakukan perbaikan, padahal dari situ lah seorang Supervisor memulai aktifitas kerjanya, inilah yang harus dilakukan dan dipraktekan dengan kapasitas dan intelektualitas yang sudah mereka dapatkan.

Tetapi aktualnya memang seperti kesulitan mereka melakukan hal itu, mereka sepertinya sudah terjebak dengan rutinitas manufaktur yang "njlimet dan serba official", diminta data ini data itu, belum mengisi laporan kondisi abnormal kualitas, belum mengisi permintaan perbaikan dari departemen lain, ini sudah menjadi racun yang menyebabkan kecanduan, yaitu kecanduan tidak mau atau males untuk berpikir, apalagi berpikir perbaikan.

Jadi kalaupun perbaikan itu sifatnya wajib, mereka melakukannya hanya bersifat offisial semata, "yang penting" ada dulu, yang penting presentasi, yang penting nggak dimarahin bos, dan masih banyak latar belakang lain.

Jadi disini perlu suatu keikhlasan dalam melakukan pekerjaan, apakah keikhlasan ada didalam hati para pelaku manufaktur ?
Please, tanya sendiri-sendiri kepada hati Anda ?